USD/JPY Jatuh Mendekati 141,30 Mengikuti Ekspektasi Peningkatan Data Perdagangan Jepang, Data Tenaga Kerja AS, dan Data Perumahan
Pasangan USD/JPY melanjutkan penurunan sesi kedua berturut-turut pada hari Kamis, diperdagangkan mendekati 141,30 selama jam perdagangan Asia. Perbaikan data perdagangan Jepang di bulan November memberikan tekanan pada pasangan USD/JPY. Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda memberikan komentar yang lebih moderat, yang mungkin berdampak pada nilai Yen Jepang (JPY).
Pada hari Kamis, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang melaporkan bahwa pertumbuhan perdagangan ritel dari tahun ke tahun meningkat dari 4,1% menjadi 5,3%. Selain itu, peningkatan Perdagangan Ritel (MoM) bulan-ke-bulan yang disesuaikan secara musiman menjadi 1,0% membalikkan penurunan sebelumnya sebesar 1,6%. Selanjutnya, terdapat perbaikan pada angka produksi industri sementara (YoY) dari 1,1% menjadi 5,3%.
Pada hari Rabu, Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk membatalkan kebijakan moneter ultra-longgar. Ueda menyoroti kekhawatiran yang relatif kecil terhadap inflasi yang melebihi target dengan margin yang signifikan dan percepatannya. Sehubungan dengan potensi perubahan kebijakan pada rapat kebijakan bulan Januari, beliau menyatakan, "Saat ini, kemungkinan terjadinya perubahan tidak terlalu tinggi."
Sebaliknya, pelaku pasar mempunyai ekspektasi bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan oleh Federal Reserve (Fed) pada kuartal awal tahun 2024, sehingga memperburuk depresiasi Dolar AS (USD) yang sedang berlangsung. Antisipasi ini muncul setelah perubahan arah kebijakan Bank Sentral AS pada bulan Desember, dimana dot plot ekspektasi suku bunga memproyeksikan maksimal tiga kali penurunan suku bunga, sehingga penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin pada akhir tahun 2024.
Federal Reserve Bank of Richmond menganalisis data yang berkaitan dengan inventaris, pengiriman, pesanan baru, dan simpanan pesanan. Indeks Manufaktur Fed Richmond AS mengalami penurunan signifikan sebesar 11 poin pada bulan Desember, berlawanan dengan antisipasi pasar terhadap penurunan sebesar 7 poin, seperti yang dilaporkan pada hari Rabu. Hal ini menyusul penurunan lima poin pada bulan November. Data ini memberikan wawasan yang signifikan mengenai tingkat aktivitas industri manufaktur saat ini. Pada hari Kamis, Klaim Pengangguran Awal dan Penjualan Rumah Tertunda kemungkinan akan dipantau oleh investor.
Peringatan Risiko: Perdagangan instrumen keuangan melibatkan risiko signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang diinvestasikan. Harap pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan mencari nasihat profesional independen jika diperlukan. Artikel ini bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi perdagangan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan.
Bonus rabat untuk membantu investor berkembang di dunia trading!
