Trump berbicara dengan tegas, menuntut "penyerahan tanpa syarat" Iran!

Pada tanggal 17 Juni waktu setempat, Presiden AS Trump mengambil sikap tegas di media sosial, dengan menyerukan Iran untuk "menyerah tanpa syarat." Trump berkata, "Amerika Serikat tahu persis di mana Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei berada. Amerika Serikat tidak akan membunuhnya saat ini, tetapi Amerika Serikat tidak akan pernah menoleransi serangan rudal terhadap warga sipil atau pasukan AS. Kesabaran kami sudah habis." Pernyataan ini tidak diragukan lagi telah menjatuhkan bom besar di tengah situasi yang sudah tegang di Timur Tengah.
Pada sore hari yang sama, Trump memanggil tim keamanan nasional di Gedung Putih untuk mengadakan diskusi darurat mengenai konflik militer yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran. Beberapa media AS mengungkapkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan serangkaian opsi respons, bahkan termasuk bergabung dengan serangan udara Israel terhadap Iran. Sebelumnya, Trump mengatakan kepada media di pesawat kepresidenan "Air Force One" bahwa "Saya tidak berminat untuk berunding dengan Iran," dan menekankan bahwa tujuannya terhadap Iran adalah untuk benar-benar mengakhiri konflik, bukan sekadar gencatan senjata.
CNN mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada tanggal 17 yang mengatakan bahwa niat Trump untuk menggunakan aset militer AS guna melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran semakin kuat. Namun, pemerintahan Trump juga mengirimkan sinyal lain bahwa jika Iran membuat konsesi besar, Amerika Serikat tetap tidak menutup kemungkinan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.
Sebelum pernyataan keras Trump, Iran juga membuat langkah-langkah baru. Abdul-Rahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, mengeluarkan pernyataan video pada tanggal 17, yang mengatakan bahwa tindakan Iran sebelumnya terhadap Israel hanyalah peringatan pencegahan, dan tindakan hukuman nyata terhadap Israel akan segera dilakukan. Militer Israel belum menanggapi hal ini sejauh ini.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yesil Lett pernah menyatakan bahwa Israel telah meminta Amerika Serikat untuk mengambil "sikap defensif" dalam konflik dengan Iran. Namun kini dengan suara keras Trump dan diskusi di Gedung Putih tentang cara campur tangan, peran Amerika Serikat dalam konflik ini menjadi lebih membingungkan. Saat ini, Trump sedang mempertimbangkan apakah Amerika Serikat harus lebih jauh campur tangan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran, dan keputusan ini akan sangat memengaruhi arah situasi di Timur Tengah. Pasar keuangan global juga menahan napas, khawatir bahwa eskalasi risiko geopolitik lebih lanjut akan berdampak pada stabilitas ekonomi dan keuangan.
Apa yang harus diperhatikan investor selanjutnya?
Harga minyak mentah dan emas: Karena risiko geopolitik menyebar, permintaan aset safe haven kemungkinan akan menaikkan harga minyak mentah dan emas.
Interaksi antara pasar negara berkembang dan kekuatan dolar AS: Jika dana safe haven mengalir ke dolar AS (USD), mata uang dan saham pasar negara berkembang akan terpukul keras.
Meningkatnya volatilitas saham AS: Jika Trump memutuskan untuk mengintensifkan aksi militer, saham AS akan mengalami fluktuasi hebat jangka pendek.
Permintaan terhadap produk keuangan yang aman melonjak: ETF emas dan ETF pasar obligasi akan menarik lebih banyak dana.
Bonus rabat untuk membantu investor berkembang di dunia trading!