India menolak menurunkan tarif kedelai dan jagung, pembicaraan dagang AS-India mungkin tegang

India dan Amerika Serikat sedang merundingkan tahap pertama perjanjian perdagangan bilateral. Amerika Serikat bersikeras untuk mengurangi tarif pada produk pertanian seperti kedelai dan jagung, tetapi pemerintah India secara tegas menolak untuk bekerja sama, dengan alasan bahwa hal itu dapat memengaruhi mata pencaharian jutaan petani dan pasar minyak biji non-GM domestik, yang baru saja diizinkan memiliki sumber daya yang terbatas. Hal ini telah menyebabkan hambatan besar bagi negosiasi. Ada laporan bahwa negosiasi telah terhenti dan tahap pertama perjanjian tersebut mungkin tertunda.
India adalah negara agraris utama, dan tanaman pangan dan pakan ternak terkait dengan mata pencaharian masyarakat. Tarif kedelai dan jagungnya saat ini dipertahankan pada 30-50%, dan ada pembatasan ketat pada produk pertanian yang dimodifikasi secara genetik. Negara ini menolak mengimpor produk pertanian yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dan verifikasi non-GM. Meskipun beberapa akademisi telah menyarankan untuk membuka tanaman GM untuk keperluan biodiesel dan pemrosesan, industri India masih sangat menentangnya, dan rencana impor mungkin tidak dilaksanakan seperti yang diharapkan.
Kendala negosiasi dan dampak pasar
Risiko keterlambatan jadwal negosiasi
Awalnya diharapkan bahwa kesepakatan parsial akan dicapai sebelum 9 Juli untuk menghindari tarif bersama, tetapi jika India bersikeras mempertahankan tarif pertanian saat ini, konfirmasi rancangan perjanjian akan semakin tertunda.
Ekspor produk pertanian AS diblokir
Jendela peluang untuk ekspor kedelai dan jagung AS ke India terbatas, dan dengan persyaratan India untuk membuka produk pertanian bernilai tinggi, kerja sama bilateral pasti menghadapi tantangan.
Fluktuasi harga pangan global dan rantai pasokan
Jika negosiasi terhenti, India akan terus memberlakukan blokade konservatif terhadap produk pertanian AS, yang dapat memperpanjang kebuntuan pasokan dan permintaan kedelai global, dan ekspektasi harga tanaman Eropa dan Amerika akan tetap berfluktuasi.
Fokus dan strategi investor
ETF sektor pertanian dan bahan baku: Kontrak berjangka kedelai dan jagung dalam denominasi dolar AS akan terus dibatasi, dan disarankan untuk memperhatikan pasar berjangka CBOT (Chicago).
Fluktuasi harga saham agrokimia terkait: Jika negosiasi ADM, Bunge, dan Corteva gagal, saham agrokimia AS akan menghadapi tekanan jangka pendek.
Target transfer geografis: India mungkin beralih ke Brasil dan negara pengekspor kedelai, dan industri serta logistik terkait akan diuntungkan.
Jendela waktu untuk kemajuan negosiasi: Perhatikan apakah kedua belah pihak akan meluncurkan putaran kompromi dan negosiasi baru pada awal Juli, yang akan memengaruhi ekspektasi pasar.
Bonus rabat untuk membantu investor berkembang di dunia trading!